Sebagai seorang ibu kita harus bisa mendongeng karena dongeng dapat mendukung perkembangan jiwa anak. Anak yang dari kecil sering di dongengkan cerita oleh ibu,nenek atau kakeknya akan lebih tenang dalam menghadapi hidup ini. Bercerta atau mendongeng menjelang tidur bukan sekedar media pengantar tidur anak. Lebih jauh dari itu semua mendongeng memiliki peran penting dalam dunia pendidikan.Charles Buhler seorang pakar psikologi pendidikan mengatakan anak hidup dalam dunia khayal. Dan tentu cerita atau dongeng merupakan media khayal yang cukup representatif,
Cerita atau dongeng memiliki daya kesan lebih besar dibanding nasihat murni. Cerita akan akan terekam lebih tajam dalam memori seseorang dibanding dengan pengetahuan murni. Karna itu bukan tidak mungkin seorang anak yang semenjak kecil sering mendapatkan cerita dari orang tua atau orang-oarang dekatnya, mereka memiliki kemampuan lebih yang tidak penah mendapatkan cerita.
Dengan cerita, sebuah ilmu pengetahuan dapat tersampaikan tanpa harus mengerutkan dahi. Dengan cerita seorang pendengar akan bisa mersakan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita,dapat merenungkan hingga secara tidak langsung nilai- nilai positif yang ada dalam cerita tersebut merasuk dalam diri para pendengar cerita, maka disinilah posisi penting crita dalam dunia pendidikan
Dalam psikologi.seorang anak adalah mahkluk yang tidak suka berpikir keras. Dirinya akan menerima segala macam ilmu pengetahuan dan informasi melalui cerita.Seorang ibu seyogyanya mampu bercerta sehingga dirinya mampu mendidik anakya dengan baik dan diterima degan senang hati oleh anakya.
Sebagai pendidik pertama kali seorang ibu dituntut menguasai cara bercerita yang baik dan mengena, jangan sampai anaknya tidak pernah mendapatkan kegembiraan dan pengetahuan karna ibuya tidak pernah bercerita kepadanya. Bercerita adalah salah satu kunci seorang ibu untuk dapat mendidik anaknya sehingga mereka menjadi buah hati yang cakap, terang menatap masa depan.
beragam artikel bercerta berslebaran di media massa tentang teori bercerita. Pada dasarnya cerita berupa nonfiksi maupun legenda.Hal-hal yang perlu dipersiapkan seorang ibu adalah harus memahami terlebih dahulu tentang cerita yang hendak disampaikan, selanjutnya pilih materi yang sesuai kebutuhan dan usia anak.
usia anak hingga 4 tahun menyukai fabel dan horor.Pada anak usia 4 hingga 8 tahun anak-anak menyukai dongeng jenaka,tokoh pahlawan dan kisah tentag kecerdikan. Selanjutnya usia 8 hingga 12 tahun mennyukai dongeng fantastis rasional.
Selanjutnya seorang ibu yang bercerta harus mengetahui durasi waktu yang digunakan untuk bercerita.Uuntuk anak usia 4 tahun menggunakan waktu cerita 7 menit. Uusia 4 hingga 8 tahun menggunakan waktu 10 hingga 15 menit. Sementara bagi anak 8 hingga 12 tahun bisa sampai 25 menit.Ini didasrkan pada teori pengalaman, namun begitu yang menjadi patokan adalah kenyamanan seorang anak dalam medapatkan pengajaran dari ibunya, utamanya melalui metode bercerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar